Walaupun Inggris sudah memberikan pengakuan resmi terhadap Kemerdekaan Rl tapi Bangsa Indonesia tetap curiga terhadap Inggris, yang ingin memulihkan kekuasan Belanda di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari berbagai provokasi NICA (Netherlands Indi Civil Administration) yang menyakitkan hati rakyat Indonesia serta memaksa pemerintah Rl dan Polisi Jakarta agar tunduk terhadap keinginan mereka. Melihat situasi ini, untuk sementara Kantor Polisi Keresidenan Jakarta Raya dan berserta anggotanya mengungsikan. Lalu, memindahkan kantornya ke subang, Jawa Barat sambil terus melakukan grilya bersama para pemuda Indonesia. (Wawancara dengan Kolonel Polisi (Purn) H. Koenoro).
Pengungsian dilakukan setelah banyak polisi RI di Jakarta ditangkap dan ditahan tentara Sekutu dan Belanda. Dari lokasi pengungsian, anggota polisi Jakarta terus melakukan perlawanan dan pertempuran grilya dengan membentuk Badan-badan Komando. Hal inilah yang kemudian mendorong Kepala Kepolisian Negara RS Soekanto menugaskan IP II R Mardjaman Tjokrodiredjo untuk duduk di dalam badan komando tersebut sebagai dukungan Kepolisian Rl terhadap Perjuangan Polisi Jakarta. Badan komando ini selalu berusaha untuk mempersenjatai pasukan-pasukan pemuda rakyat dan para polisi yang berperang grilya di Jakarta dan Kota-kota lain di seluruh lndonesia.
Saat itu Polisi di Jakarta sangat terkenal dengan barisan Polisi Macan, dengan pimpinan IP II Paimin Salikan. Terakhir, Paimin menjadi pelatih olah raga di Perguruan Tinggi llmu Kepolisian (PTIK).
| < Prev | Next > |
|---|
Pertempuran Kota Jakarta







