You are here: Kemitraan Traffic Management Centre
jSharing - JA Teline III

Traffic Management Centre

Tak sekadar konsep, untuk mewujudkan polisi modern Polda Metro Jaya juga melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarananya, seperti pembangunan gedung polres-polres, gedung Datasemen 88, gedung Direktorat Lalulintas, dan lainnya. Tujuan dari semua ini hanya untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat yang berurusan ke Polda Metro Jaya.

Untuk mempercepat tanggapan terhadap laporan atau pengaduan masyarakat Jakarta, Polda Metro Jaya membuat Sistem Aplikasi dan Informasi Polisi (SIAP) dan Traffic Management Centre (TMC). Program SIAP dilaksanakan untuk mempercepat pergerakan anggota Polda Metro Jaya di lapangan dalam menangani permasalahan yang terjadi melalui empat cara.

Pertama, melalui layanan Short Message Service (SMS) 1717. Layanan ini mulai beroperasi sejak 17 Januari 2005. Layanan ini merupakan SMS Polisi dengan sistem layanan pengaduan dan informasi masyarakat melalui fasilitas SMS dari semua operator seluler, yang kemudian direspon Polda Metro Jaya selama 24 jam. SMS 1717 dibawah kendali Biro Operasi Polda Metro Jaya dan TMC Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya. Informasi mengenai situasi kamtibmas langsung ditangani Biro Operasi dan informasi mengenai lalulintas ditangani Direktorat Lalulintas. Sejak diresmikan, cukup besar respon masyarakat menggunakan SMS 1717.

Kedua, melalui layanan Radio Suara Metro yang bersifat emergency assistance. Lewat radio dengan frekwensi 107,8 FM ini masyarakat dapat memberikan informasi melalui telepon 112 bebas pulsa.

Ketiga, melalui We Track dengan Global Position System (GPS) yang terdapat di mobil-mobil patroli Polda Metro Jaya, yang bisa dipantau dari Control Command Center.

Keempat, melalui Emergency Respons System (ERS) atau panic button. Biasanya fasilitas ini dimanfaatkan objek-objek vital. Dengan sekali pencet, tombol tanda bahaya tersebut akan terdengar di Control Command Center, yang kemudian terpantau lokasi kejadiannya. Lalu, unit-unit polisi di lapangan langsung diperintahkan meluncur ke TKP.

Berbeda dengan SIAP, TMC lebih berorientasi pada segala aktifitas masyarakat di jalanan, terutama di jalan-jalan protokol. TMC memang merupakan terobosan dari Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, yang mengintegrasikan teknologi multimedia dengan GPS sebagai sarana mengatur lalulintas kota Jakarta dari sebuah ruang kendali.

TMC merupakan Pusat Komando dan Pengendalian Lalulintas kota Jakarta, adapun lima poin penting yang dilakukan TMC yaitu :

Pertama
Pengendalian Lalulintas yang meliputi seluruh aktifitas masyarakat yang terjadi di jalanan.

Kedua
Pelayanan yang cepat dan profesional (quick respons)

Ketiga
Pusat Informasi registrasi kendaraan bermotor, pelanggaran, kecelakaan, dan pelayanan lalulintas, seperti pengurusan STNK, BPKB, SIM dan Asuransi.

Keempat
Pelayanan dalam rangka penegakan hukum.

Kelima
Pusat Informasi kualitas baku mutu udara.

Untuk mendukung program TMC ini ada 44 GPS yang terpasang di 29 mobil dan 15 sepeda motor aparat kepolisian. Selain itu dipasang pula 50 CCTV di beberapa titik strategi. Pemasangan CCTV ini sudah melalui survei khusus. Sedangkan ruang pengendalinya berukuran 337 meter persegi yang didisain menjadi ruangan yang sarat teknologi canggih, dengan fasilitas yang nyaman. Lokasinya berada di Jl MT Haryono Kav 6 Jakarta Selatan.

Sebagai suatu sistem TMC diharapkan mampu memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan jalur lalulintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Setidaknya, masyarakat pengguna jalan tidak masuk dan terjebak ke dalam kemacetan lalulintas yang akan dilaluinya. Dengan adanya informasi dari TMC para pengguna jalan bisa mencari jalur alternatif sebelum masuk ke dalam jalur kemacetan. Sistem ini juga diharapkan mampu memberikan suport terhadap perkembangan wilayah yang sedemikian pesat di Jakarta maupun di kota-kota sekitar Jakarta.

Mekanisme kerja TMC sesuai dengan konsep dalam Sistem Informasi Geografi (SIG) dimana data yang masuk bisa diolah untuk berbagai kepentingan, terutama untuk manajemen lalulintas yang membutuhkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Soalnya, TMC merupakan sarana penunjang dengan menggunakan teknologi komputer yang terintegrasi dan dapat membantu kecepatan informasi yang akan disampaikan kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Sehingga diharapkan mampu membantu tugas-tugas polisi lalulintas dalam menangani kemacetan, kecelakaan, dan pelanggaran lalulintas secara cepat dan profesional.

Melalui TMC diharapkan ada peranan strategis yang hadir karena ada inovasi untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan pelayanan Polda Metro Jaya di bidang lalulintas. Jika sistem ini berjalan baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal, maka akan banyak hasil yang bisa dituai. Selain kepentingan Polda Metro Jaya dalam hal kewenangan dan pelayanan, masyarakat pun bisa memanfaatkannya untuk mengambil keputusan-keputusan yang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi arus lalulintas kota Jakarta. Bagaimana pun banyak kebijakan publik yang sangat tergantung dengan informasi arus lalulintas. Jika sinergi ini sudah terjadi dan makin berkembang, fungsi Polda Metro Jaya sebagai problem solving pun kian nyata.

Hanya memang TMC perlu ditangani oleh orang-orang yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nilai-nilai pelayanan publik dan public relation serta peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan, sehingga peka terhadap perkembangan yang ada. Mereka tentunya tak hanya dari kalangan Polri, Polda Metro Jaya bisa saja memfungsikan PNS-nya untuk menangani TMC secara maksimal sesuai dengan tuntutan masyarakat. Jika TMC ditangani oleh para personel yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai pelayanan publik dan public relation serta peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan tentunya mereka dapat lebih berinovasi.

Sehingga TMC tidak melulu hanya untuk kepentingan internal Polda Metro Jaya, melainkan dikembangkan dan disebarluaskan hasil pantauannya kepada masyarakat. Antara lain, data-data dan hasil pantauan TMC disebar luaskan secara langsung kepada masyarakat melalui puluhan radio swasta yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dengan adanya informasi langsung ini masyarakat dapat mengantisipasinya dan tidak melalui jalur yang kraudit yang diinformasikan TMC. Jika hal itu terus berkembang TMC pun dapat menjalankan fungsinya sebagai personel Polri yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Diharapkan TMC yang diprakarsai Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya ini dapat menjadi proyek percontohan bagi kota-kota besar di Indonesia, untuk kemudian dikembangkan dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan kelancaran lalulintas. Di Tokyo, Jepang, TMC menjadi andalan dalam mengendalikan arus lalulintas kota metropolis tersebut. TMC Tokyo terdiri dari layar monitor raksasa, tiga monitor televisi berukuran sedang yang berisikan peta polisi, layar komando, dan situasi kota yang dipantau. Berbagai sarana ini kemudian dilengkapi dengan sejumlah radio yang menyiarkan siaran radio lokal. TMC Tokyo memiliki akses tersendiri dengan stasiun-stasiun radio tersebut, untuk menginformasikan berbagai hal dari hasil pantauannya.

TMC Jakarta sendiri diharapkan dapat dikembangkan lebih luas lagi. Sehingga TMC Jakarta dapat menjadi fasilitas informasi, komunikasi, reaksi cepat, komando dan kendali, analisis dan evaluasi serta melahirkan produk-produk yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja aparat kepolisian maupun pemerintah kota.