You are here: Kemitraan Kemitraan
jSharing - JA Teline III

Kemitraan

Di tahap awal kemitraan ini dilakukan terhadap para tokoh agama, tokoh politik, tokoh adat, intelektual, pengusaha, media masa, organisasi masyarakat, dan LSM. Selanjutnya kemitraan tersebut melibatkan seluruh komponen masyarakat ibukota Jakarta. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan kunjungan ke rumah-rumah masyarakat ataupun kunjungan ke kantong-kantong komunitas masyarakat tersebut. Yang utama dari pola kemitraan ini adalah melakukan tindakan pertama pertolongan polisi untuk menjamin rasa tenteram penduduk dalam rangka perpolisian masyarakat.

Sebenarnya, kegiatan yang dilakukan dalam kemitraan dan pemberdayaan potensi masyarakat ini ada dua. Yaitu, Pemberdayaan community policing (Polmas) dan Pemberdayaan Pengamanan Swakarsa. Dalam Pemberdayaan Polmas, Polda Metro Jaya melakukan pemberdayaan kemitraan dengan lembaga pendidikan, masyarakat, tokoh masyarakat, intansi, swasta, jasa pengamanan, tokoh agama, dan LSM. Setelah itu membangun opini publik yang berdampak positif bagi jajaran Polda Metro Jaya, dengan memberikan penerangan kepada publik yang bersifat ketauladanan, publikasi keberhasilan, keterbukaan, dan demokratis. Semua dilakukan melalui media masa cetak maupun elektronik

Dalam Pemberdayaan Polmas, Polda Metro Jaya bersikap mengantisipasi dalam menanggapi keluhan masyarakat atas kinerja Polri umumnya dan Polda Metro Jaya khususnya. Polda juga membentuk kelompok yang peduli anti kejahatan maupun kelompok peduli terhadap keamanan lingkungan sekitarnya. Menjalin komunikasi yang dinamis dengan mahasiswa, organisasi mahasiswa, inta dan ekstra kampus melalui kegiatan seminar, lokarya dan lainnya.

Sedangkan dalam Pemberdayaan Pengamanan Swakarsa dikembangkan kekuatan komponen kamtibmas swakarsa, seperti melalui PPNS, Satpam, Polsus, Kamra, Pramuka, Saka Bhayangkara, PKS, Supeltas Pokdar Kamtibmas, dan Dai Kamtibmas. Tugas preemtif di arahkan untuk meningkatkan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam mengamankan diri maupun lingkunganya, dengan membentuk kelompok sadar dan peduli lingkungan. Aparat Polda Metro Jaya juga memberikan petunjuk, bimbingan dan arahan serta mendidik maupun melatih petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian.

Di sisi lain Pos Siskamling diberdayakan. Ini dilakukan untuk menghidupkan peran siskamling di seluruh lapisan masyarakat. Pemberdayaan dilakukan pula terhadap pos - pos PKJR di jalur-jalur yang dianggap rawan kejahatan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pungli yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab serta mengantisipasi tindak kejahatan terhadap pengguna jalan.

Intinya, dalam menjalankan pola kemitraan dan pemberdayaan potensi masyarakat tersebut, Polda Metro Jaya akan melibatkan satuan - satuan pengamanan swakarsa. Diharapkan keterlibatan tersebut akan mendukung tugas-tugas jajaran Polda Metro Jaya, terutama dalam mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), tindak pertama dalam hal tersangka tertangkap tangan, informasi dini, negosisasi dengan pengunjuk rasa, membantu pengaturan lalulintas yang padat, dan lainnya.

Selain membangun pola kemitraan dengan masyarakat, Polda Metro Jaya juga menggalang program kerjasama keamanan dan ketertiban dengan unsur aparat keamanan lainnya. Tujuan dari semua program yang digalang Polda Metro Jaya ini tak lain adalah untuk memelihara situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Jakarta sebagai ibukota negara. Melihat strategisnya keberadaan kota Jakarta, jajaran Polda Metro Jaya menyadari bahwa sangat diperlukan adanya kerjasama yang kuat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya tersebut. Sebab itu, digalang pola kerjasama keamanan dan ketertiban antara Polda Metro Jaya beserta jajarannya dengan instansi pemerintah, swasta maupun lembaga terkait dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat ibukota.

Sasaran yang ingin dicapai dari pola kerjasama ini adalah agar ibukota Jakarta terhindar dari konflik horizontal antara kalangan Polda Metro Jaya dengan TNI, instansi pemerintah, sipil, dan lainnya. Dengan adanya pola kerjasama ini diharapkan terwujud partisipasi aktif masing-masing instansi terhadap tugas - tugas yang dilakukan jajaran Polda Metro Jaya di bidang keamanan dan ketertiban. Kemudian tercipta hubugan kerja yang harmonis antara instansi, sehingga bisa saling mendukung pensuksesan masing - masing program penjagaan keamanan dan ketertiban.

Dalam menjalankan program ini ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Antara lain kerjasama bantuan unsur - unsur keamanan dan instansi. Dalam kerjasama ini diformulasikan bentuk-bentuk kerjasama bantuan TNI kepada Polda Metro Jaya beserta jajaranya, terutama dalam operasi penyelamatan jiwa dan harta benda masyarakat dalam keadaan kontinjensi, antara lain bahaya banjir, kebakaran, dan sebagainya.

Di samping itu Polda Metro Jaya menyelenggarakan kerja sama dengan pemda dan instansi terkait, dalam hal ini memberikan bantuan pengamanan dalam rangka penertiban kawasan tertentu, memberikan bantuan pengamanan dalam rangka penertiban pemukiman liar, memberikan bantuan pengamanan dalam rangka pelaksanaan sidang peradilan dan pelaksanaan eksekusi, kerjasama dalam penanggulangan kejahatan yang menimbulkan kerugian negara, memberikan bantuan pengamanan dalam melaksanakan pemilihan kepala daerah, dan memberikan bantuan pengamanan kepada Pemprov DKI, pemerintahan kota di lima wilayah Jakarta, kecamatan hingga kelurahan.

Tak hanya itu Polda Metro Jaya juga melaksanakan koordinasi dengan Pemda, Dinas Perhubungan atau DLLAJ, terutama yang menyangkut ketentuan dan kebijakan dalam penataan sistem angkutan umum atau transportasi di wilayah ibukota. Dalam hal ini Polda Metro Jaya melaksanakan koordinasi dengan pihak Organda dalam menjalankan kebijakan Pemda DKI secara tertib. Untuk kerjasma bilateral dan multilateral dalam pencegahan kejahatan maupun kerjasama teknik serta pendidikan pelatihan, Polda Metro Jaya merintis jalinan kerjasama bidang pendidikan (pelatihan) dengan lembaga pendidikan di luar kepolisian. terutama pada lembaga-lembaga yang ada di wilayah ibukota Jakarta. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya kepolisian di jajaran Polda Metro Jaya.

Sedangkan untuk mengantisipasi berbagai ancaman stabilitas Polda Metro Jaya meningkatkan hubungan dan kerjasama komunitas intelijen daerah (Kominda) dengan instansi terkait. Begitu pula dalam pemeliharaan perdamaian dunia (Peace Kepping Operation) dilakukan jajaran Polda Metro Jaya sesuai dengan petunjuk Mabes Polri.

Semua strategi ini dirancang jajaran Polda Metro Jaya untuk menciptakan terwujudnya rasa aman bagi seluruh masyarakat ibukota Jakarta dalam melaksanakan aktivitas sosialnya masing-masing. Berbagai strategi tersebut akan didukung lagi dengan Program Pemeliharaan Kamtibmas. Sasaran dari program ini ada tiga.

1. Terjaminnya kondisi yang dapat memberikan rasa aman, tentram kepastian dan bebas dari rasa takut baik fisik maupun psikis.

2. Menyelenggarakan operasi kewilayahan dan operasi terpusat secara selektif, baik bersifat preventif dan penegakan hukum maupun bersifat preemtif terhadap empat golongan jenis kejahatan, yakni kejahatan konvesional, transnasional terhadap kekayaan negara dan yang berimplikasi kontijensi.

3. Peningkatan kemampuan profesional polisi berseragam, kecepatan respon polisi, penerapan pola pendidikan simpatik, perbaikan sistem pelayanan Polri kepada masyarakat agar bebas dari KKN.

Dalam membangun pola kemitraan tersebut jajaran Polda Metro Jaya akan meningkatkan segala hal yang bersifat kegiatan pelayanan keamanan. Antara lain memfokuskan pemberian keamanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini dilakukan dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan (pengaduan) dan permintaan bantuan pertolongan dengan mengoptimalkan sentra-sentra pelayanan operasional di setiap tingkat kesatuan kewilayahan. Kemudian meningkatkan kecepatan dalam merespon laporan (pengaduan) masyarakat.

Di sisi lain jajaran Polda Metro Jaya juga menyelenggarakan penerangan dan hubungan masyarakat dengan membangun suasana harmonis lewat publikasi-publikasi di berbagai media masa ibukota. Sedangkan dalam kegiatan yang bersifat pembimbingan, pengayoman, dan perlindungan masyarakat, Polda Metro Jaya berupaya meningkatkan kegiatan penyuluhan hukum kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum bermasyarakat secara langsung maupun melalui media masa. Aparat Polda diarahkan untuk memberikan penyuluhan, penertiban, dan pendidikan terhadap berbagai masalah, di antaranya narkoba. Tujuannya, untuk mencegah ataupun menanggulangi berbagai penyakit masyarakat yang menjadi ancaman terhadap situasi kamtibmas di ibukota Jakarta.

Tak hanya itu Polda Metro Jaya juga mengadakan penelitian dan pengembangan keamanan, studi kelayakan dan supervisi di semua bidang jajarannya. Hal ini dilakukan tentunya berdasarkan karakteristik daerah dan permasalahan atau materi yang muncul ke permukaan. Strategi ini dirancang untuk memperlancar dan memperkuat tugas-tugas aparat kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dengan adanya dukungan penelitian dan pengembangan sistem keamanan tersebut aparat Polda Metro Jaya semakin bisa bertindak maksimal dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat di wilayah tersebut. Sehingga pada akhirnya warga ibukota Jakarta dapat merasakan sendiri bahwa Polda Metro Jaya benar-benar dapat diandalkan sebagai mitra masyarakat, terutama dalam menjaga serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.